
Prosedur Aplikasi Rubber Lining
COLD BONDING
Solusi Pelapisan Karet yang Efisien dan Andal untuk Industri Anda
Cold Bonding adalah metode pelapisan karet tanpa proses pemanasan, menggunakan adhesive khusus untuk menghasilkan ikatan kuat antara karet dan substrat logam. Cocok untuk perawatan dan pelapisan ulang pada tangki, pipa, dan peralatan industri lainnya.
Material: Soft Rubber, Butyl Rubber, NBR, Neoprene Rubber
Material dipilih berdasarkan ketahanan masing-masing terhadap kondisi operasional seperti suhu, tekanan, dan jenis media proses. Proses ini dilakukan tanpa pemanasan (non-vulkanisasi), menjadikannya solusi ideal untuk pelapisan on-site atau area dengan keterbatasan akses terhadap peralatan pemanas industri.
Aplikasi Rubber Lining dengan Metode Cold Bonding
1. Media Checking
Tahap awal dimulai dengan inspeksi menyeluruh untuk memastikan permukaan bebas dari minyak, sisa las, atau kontaminan lainnya.
2. Grinding
Permukaan digerinda agar lapisan primer dapat menempel secara optimal, lalu dibersihkan menggunakan toluene untuk menghilangkan sisa partikel.
3. Primary Applications
Aplikasi primer dilakukan dua kali menggunakan metode hand lay-up. Adhesive diaplikasikan secara merata dengan jeda waktu tertentu untuk memastikan daya rekat maksimal.
4. Rubber Lining Applications
Lembaran karet disesuaikan ukurannya, lalu dipasang menggunakan alat khusus (cirnie roll) untuk mengeluarkan udara dan memastikan pemasangan presisi.
5. Joints
Sambungan antar lembaran karet ditangani dengan teknik overlap dan diperkuat dengan strap 100 mm untuk mencegah kebocoran dan menjaga integritas lapisan.
6. Completion
Setelah pemasangan selesai, seluruh area diperiksa kembali untuk memastikan hasil akhir sesuai standar dan siap digunakan dalam lingkungan industri.
INSPECTION PROCEDURE
1. Visual Inspection
Pemeriksaan visual dilakukan dengan meraba seluruh permukaan pelapis untuk mendeteksi adanya kantong udara (air pockets) yang mungkin terbentuk selama proses pemasangan.


2. Pin Hole Test
Seluruh permukaan akan diuji menggunakan metode pin hole test dengan alat uji tegangan tinggi frekuensi tinggi. Tangki dihubungkan ke ground, dan probe yang dialiri listrik tegangan tinggi digerakkan di atas permukaan. Jika terdapat lubang atau bagian yang tidak tertutup sempurna, arus akan mengalir dari probe ke tangki yang di-ground-kan dan akan terlihat percikan biru. Area yang cacat tersebut akan diberi tanda, diperbaiki, dan diuji ulang. Tidak boleh ada permukaan terbuka yang tersisa pada area yang telah dilapisi. Tegangan maksimum yang digunakan adalah 15 kV.
3. Thickness Test
Pengujian ketebalan dilakukan dengan menggunakan magnetic elcometer, yaitu alat ukur non-destruktif yang memanfaatkan prinsip magnetik untuk mengukur ketebalan lapisan karet tanpa merusak permukaan. Pengukuran ini penting untuk memastikan bahwa ketebalan pelapis sesuai dengan spesifikasi teknis dan standar keamanan yang ditetapkan.


4. Hardness Test
Pengujian kekerasan biasanya dilakukan pada permukaan yang rata menggunakan alat uji kekerasan tipe indentasi. Alat ini bekerja dengan menekan ujung logam tertentu ke permukaan karet untuk mengukur tingkat resistensi terhadap tekanan. Nilai kekerasan yang dihasilkan mencerminkan kualitas vulkanisasi dan konsistensi material pelapis. Pengujian ini sangat penting untuk memastikan ketahanan mekanis pelapis terhadap beban kerja dan gesekan selama operasional.

Please submit your request to receive our Product Offer. Our team will provide the best offer for your needs.
We will review your information and send the offer as soon as possible.

